Enam Belas Tahun Bertahan Hidup : Rumah Sakit Tempat Tinggal Keduaku

Enam Belas Tahun Bertahan Hidup : Rumah Sakit Tempat Tinggal Keduaku

0 Donatur

Terkumpul

Rp0  dari Rp50.000.000

Sisa Hari

13

Bagikan Campaign

Deskripsi Campaign

Enam Belas Tahun Bertahan Hidup : Rumah Sakit Tempat Tinggal Keduaku

Sejak 16 tahun lalu, duniaku berubah suram, tepatnya saat adik perempuan ku yang masih balita meninggal dunia. Hari-hari setelah kepergiannya, bukan hanya menghadirkan duka. Namun juga mengundang beragam penyakit, yang hingga hari ini bersemayam di tubuhku.


Namaku Siti, sejak pertama kali memasuki usia sekolah dasar di tahun 2005, rumah sakit bagai tempat tinggal kedua bagiku. Sejak itu aku sering mengalami koma dan dirawat masuk ruang ICU. Karena menderita asma dan lemah jantung. Dadaku sering merasa sakit, sesak dan berdebar hebat.


Hingga di tahun 2019, menjalani operasi untuk pertama kalinya. Saat itu operasi usus buntu sampai 4 kali penanganan. Berlanjut menjalani operasi di bagian kepala, karena vertigo yang ku derita. Tidak berhenti sampai sana, Allah dengan segala rencana-Nya menghadirkan ladang sabar lagi bagi ku, dengan menjalani operasi tumor payudara pada tahun 2020. Dan di awal bulan September 2021, setelah melakukan tes laboratorium, dokter memvonisku menderita gagal ginjal.


Masa-masa bermain yang biasanya dirasakan anak seusiaku, berubah menjadi hari-hari penuh perjuangan. Aku bolak-balik ke rumah sakit sendirian, karena ibuku harus bekerja untuk biaya pengobatan. Demi meringankan beban ibu, aku belajar menjahit dan menerima beberapa pesanan dari tetangga. Ditambah penghasilan bapak yang hanya bekerja sebagai pedagang buah-buahan keliling pun hanya cukup bagi keluarga kami untuk makan sehari-hari saja.



Kini, aku sedang belajar Al-Qur'an. Beberapa bulan ke belakang ini, aku belajar kepada seorang Ustadzah. Aku bertekad menghafal Qur’an agar dapat menghadiahkan mahkota di surga untuk ibu. Tak hanya itu, aku ingin bisa mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak. Agar menjadi bekal untukku di akhirat nanti.


Sedih rasanya melihat ibu pontang-panting mencari tambahan penghasilan sambil merawatku. Bahkan tak jarang ibu dikucilkan karena buah hatinya ini yang tak kunjung memberi harapan sembuh. Sahabat, aku ingin sembuh, membalas semua kebaikan ibu yang selama ini berjuang untuk ku. Aku ingin ibu bahagia, dengan melihat ku sembuh dan kembali menjadi putrinya yang utuh.

Informasi Lembaga

DT Peduli

Lembaga Terverifikasi