Tinggal Sebatang Kara, Kini Mbah Parmi Harus Kehilangan Tempat Tinggalnya

Tinggal Sebatang Kara, Kini Mbah Parmi Harus Kehilangan Tempat Tinggalnya

4 Donatur

Terkumpul

Rp1.130.002  dari Rp75.000.000

Sisa Hari

44

Bagikan Campaign

Deskripsi Campaign

”Sabar ya bu, nggak papa kita sekarang menderita yang penting tetap semangat dan maju terus pantang menyerah” ujar mendiang suami mbah Parmi. 

Sudah tinggal sebatang kara, kini mbah Parmi kehilangan satu-satunya tempat istirahatnya. Dialah mbah Parmi, lansia 66 tahun yang terpaksa kehilangan gubuknya. Hantaman angin puting beliung memporak porandakan gubuk tuanya. 

Kini mbah Parmi tidak bisa lagi menghuni gubuk tuanya itu. Sebab, kondisi gubuknya rusak parah. Atapnya bolong-bolong, kayu penyanggah juga banyak yang patah dan biliknya hancur. 

“Mbah kaget ketika pulang setelah cari rumput, rumah mbah sudah hancur,” ucapnya. 

Beruntungnya, ada warga sekitar yang berbaik hati menumpangi mbah Parmi. Rumah kosong sepetak kecil cukup untuk tempat istirahat mbah Parmi. Walaupun harus tidur bersama dengan tumpukan barang-barang dan hanya beralaskan tikar anyaman, mbah Parmi tak pernah mengeluh. Yang terpenting, beliau mempunyai tempat untuk berteduh sudah lebih dari cukup baginya. 

Karena mbah Parmi tinggal sebatang kara, beliau harus menghidupi dirinya sendiri. Setiap hari, mbah Parmi pergi mencari rumput untuk memberikan makan kambing milik tetangganya.

 “Mbah kerja serabutan, nak. Apapun mbah kerjakan selama itu halal dan mbah masih kuat mengerjakannya. Yang penting mbah bisa makan sudah cukup.” - Mbah Parmi 

Berbekal karung yang beliau pikul, mbah membawa timbunan rumput untuk kambing-kambing tetangganya.Tak mengenal teriknya matahari dan dinginnya hujan. Semua beliau jalani dengan ikhlas. Tidak ada sedikitpun keluhan yang keluar dari mulutnya. Tubuh rentanya itu mestinya sakit karena lelah memikul karung yang berisikan rumput. Belum lagi kakinya yang pegal karena menempuh jarak yang cukup jauh. 

Malangnya nasib mbah Parmi, beliau harus melepas lelahnya diatas alas kayu yang keras. Orang-orang baik, kehidupan mbah Parmi tidaklah seberuntung kita. Di usia tuanya, mbah Parmi harus tinggal sebatang kara dan tanpa rumah. 

Maukah kamu mengapresiasi kerja keras mbah Parmi selama ini? Yuk, bersama-sama ulurkan tanganmu dengan cara: 

1. Klik tombol "DONASI SEKARANG" 
2. Masukan data diri dan nominal donasi 
3. Pilih metode pembayaran ke no. rekening yang tertera

Informasi Lembaga

Lazis Jateng

Lembaga Terverifikasi